Profil Perusahaan

Cahaya Ilahi Press tercatat resmi sebagai badan hukum perseroan sejak 28 Februari 2026. Didirikan di kota Bekasi oleh Ahmad Rohim sebagai pendiri sekaligus direktur perseroan.
Cahaya Ilahi Press hadir dengan sebuah kesadaran sederhana namun mendalam: bahwa perubahan besar dalam kehidupan manusia sering bermula dari sebuah gagasan yang ditulis dengan jujur dan disebarkan dengan niat kebaikan.
Ahmad Rohim

Penerbitan Buku Mandiri

Di tengah derasnya arus informasi dan berbagai tantangan zaman, masyarakat membutuhkan bacaan yang tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga menghadirkan ketenangan, hikmah, dan arah hidup yang lebih bermakna. Dari kebutuhan inilah muncul keinginan untuk menghadirkan usaha penerbitan buku mandiri (self-publishing) yang berfokus pada karya-karya yang mencerahkan.

Cahaya Ilahi Press didirikan dengan semangat menghadirkan literasi yang menumbuhkan kesadaran spiritual, memperkuat karakter, dan membangun peradaban melalui kekuatan tulisan. Buku-buku yang diterbitkan diharapkan tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga menjadi sumber inspirasi yang membimbing manusia dalam menjalani kehidupan dengan nilai, iman, dan kebijaksanaan.

Melalui karya para penulis, pemikir, pendidik, dan dai, Cahaya Ilahi Press berupaya menyalakan cahaya ilmu yang dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Setiap buku yang lahir diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar kecil untuk menghadirkan kebaikan yang lebih luas.

Bagi Cahaya Ilahi Press, menerbitkan buku bukan sekadar aktivitas intelektual, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral untuk menyebarkan ilmu, menumbuhkan kesadaran, dan menyalakan harapan bagi masa depan yang lebih berkeadaban. Dengan semangat itu, Cahaya Ilahi Press melangkah sebagai ruang lahirnya gagasan, hikmah, dan inspirasi—sebuah upaya sederhana untuk menyalakan cahaya ilmu di tengah perjalanan umat manusia.

 

Profil Pendiri dan Direktur

Cahaya Ilahi Press merupakan bagian dari visi dan misi hidup Ahmad Rohim sebagai abdullah dan khalifatullah.

Ahmad Rohim menjalani aktivitas tulis-menulis pada masa sekolah dan kuliah sebagai bagian dari proses pembelajaran. Sejak terjun ke dunia pengabdian dan dunia kerja, aktivitas tulis-menulis jadi bagian dari tuntutan pekerjaannya. 

Pada tahun 2000 saat jaringan pesantren Hidayatullah tempatnya belajar dan mengabdi bertransformasi menjadi Ormas, pernah mendapat tugas sebagai staff Sekjen DPP Hidayatullah sampai tahun 2003. Kemudian mendapat tugas lagi sebagai sekretaris redaksi majalah Suara Hidayatullah sampai tahun 2010.

Sejak Juli 2023 hingga saat ini bekerja sebagai ASN PPPK Penyuluh Agama Islam di KUA Kementrian Agama Republik Indonesia. Di luar hari kerjanya sebagai ASN, tetap mengerjakan peran sebagai dosen di sebuah perguruan tinggi swasta yang sudah dijalaninya sejak tahun 2012. 

Konsistensinya dalam menekuni keterampilan menulis lahir dari kesadaran sederhana: bahwa gagasan yang tidak ditulis sering kali akan hilang bersama waktu. Banyak pemikiran, hikmah, dan pengalaman berharga yang hanya beredar dalam percakapan atau majelis, lalu perlahan terlupakan. Padahal, ketika sebuah gagasan dituliskan, ia memperoleh kehidupan yang lebih panjang dan dapat menjangkau lebih banyak orang.

Keputusannya mendirikan usaha penerbitan buku mandiri (self-publishing) bukan semata-mata untuk mendapat penghasilan tambahan atau mengerjakan proyek sampingan di luar pekerjaannya sebagai ASN. Tapi supaya lebih mudah dan murah dalam proses menerbitkan buku-buku karyanya. Juga supaya bisa menjaga idealismenya dalam berkarya tanpa intervensi pihak lain.